Apa Itu Deadstock dalam Dunia Thrift? Jangan Salah Kaprah Lagi
Deskripsi blog
RewearNews
12/25/20252 min read


Apa Itu Deadstock dalam Dunia Thrift? Jangan Salah Kaprah Lagi
Di dunia thrifting dan resale fashion, istilah deadstock sering banget dipakai. Tapi sayangnya, banyak yang salah kaprah.
Ada yang mengira deadstock itu sama dengan thrift biasa, ada juga yang menganggap deadstock adalah barang baru toko. Padahal, deadstock punya makna yang jauh lebih spesifik.
Lewat artikel ini, kita akan membahas apa itu deadstock berdasarkan definisi yang benar, sekaligus meluruskan dua kesalahpahaman paling umum:
Deadstock ≠ thrift biasa
Deadstock ≠ barang baru di toko
Apa Itu Deadstock?
Secara definisi, deadstock adalah barang yang diproduksi tetapi tidak pernah terjual ke konsumen dan tidak pernah dipakai, meskipun usianya bisa sudah sangat lama.
Dalam konteks fashion dan thrifting, deadstock memiliki beberapa ciri utama:
Kondisi baru (unworn)
Belum pernah dipakai atau dimiliki konsumen sebelumnya
Sering masih memiliki tag, label, atau kemasan asli
Biasanya sudah tidak diproduksi atau tidak tersedia di toko resmi
Karena itu, deadstock sering ditemukan di:
Gudang lama brand
Sisa inventori toko yang tutup
Distributor lama
Vintage store atau thrift curated
Singkatnya: deadstock adalah “barang lama yang belum pernah hidup” di tangan konsumen.
Deadstock ≠ Thrift Biasa
Kesalahan paling umum adalah menyamakan deadstock dengan barang thrift biasa. Padahal, keduanya berbeda secara fundamental.
Thrift Biasa
Barang thrift umumnya:
Pernah dipakai oleh pemilik sebelumnya
Sudah berpindah tangan
Kondisinya bisa bervariasi (ada tanda pemakaian)
Jarang memiliki tag asli
Deadstock
Sebaliknya, deadstock:
Tidak pernah dipakai sama sekali
Tidak pernah dijual ke konsumen
Kondisi masih seperti saat keluar dari pabrik
Sering kali masih lengkap dengan tag atau kemasan
Meskipun deadstock sering dijual di thrift shop atau vintage store, statusnya tetap bukan barang bekas.
Inilah alasan kenapa harga deadstock biasanya:
Lebih mahal dari thrift biasa
Lebih diburu kolektor
Dinilai lebih “premium” di pasar resale
Deadstock ≠ Barang Baru di Toko
Kesalahpahaman kedua: menganggap deadstock sama dengan barang baru yang dijual di toko retail saat ini.
Padahal, keduanya berbeda konteks waktu dan distribusi.
Barang Baru di Toko
Produksi terbaru
Masih tersedia secara resmi
Bisa dibeli langsung dari brand atau retailer
Masih berada di siklus pasar aktif
Deadstock
Barang lama yang tersisa
Tidak lagi dijual di toko resmi
Sudah discontinued atau berasal dari era tertentu
Tidak berada dalam siklus produksi aktif
Contohnya:
Kaos rilis tahun 1998, masih ada tag dan belum pernah dipakai → deadstock
Kaos rilis 2025 yang baru dibeli dari website brand → barang baru biasa
Jadi meskipun sama-sama “baru”, deadstock punya nilai historis dan kelangkaan yang berbeda.
Kenapa Deadstock Dianggap Spesial?
Deadstock bukan sekadar soal kondisi baru. Ada beberapa faktor yang membuatnya istimewa di dunia thrifting dan resale.
1. Kelangkaan
Karena tidak lagi diproduksi, jumlah deadstock sangat terbatas. Sekali habis, tidak bisa restock.
2. Nilai Kolektor
Deadstock dari era tertentu (90s, early 2000s, atau produksi awal brand besar) sering diburu kolektor karena keasliannya.
3. Kondisi Original
Berbeda dengan thrift biasa, deadstock menawarkan pengalaman “brand new feel” dengan desain lama.
4. Nilai Jual Kembali
Di pasar resale, deadstock sering memiliki resale value lebih tinggi, terutama jika:
Ukuran populer
Kondisi flawless
Model ikonik
Hati-Hati: Banyak Deadstock Palsu di Marketplace
Karena istilah deadstock terdengar eksklusif, banyak penjual menyalahgunakannya.
Beberapa praktik yang sering terjadi:
Barang bekas tapi dibilang deadstock
Barang pernah dipakai sekali, tapi masih ada tag
Barang baru toko biasa yang diberi label deadstock
Padahal, tag bukan satu-satunya penentu deadstock.
Jika barang pernah dipakai atau pernah dimiliki konsumen, maka status deadstock gugur.
Sebagai pembeli, penting untuk:
Mengecek detail kondisi
Melihat tanda pemakaian
Bertanya soal asal barang
Deadstock, Thrift, dan Sustainability
Menariknya, deadstock tetap masuk dalam ekosistem fashion berkelanjutan.
Kenapa?
Barang deadstock memanfaatkan stok lama yang seharusnya terbuang
Mengurangi produksi baru
Memperpanjang siklus hidup produk
Di sinilah deadstock menjadi jembatan antara:
fashion archive, thrifting, dan sustainability.
Kesimpulan
Deadstock adalah salah satu istilah paling sering disalahpahami di dunia thrifting.
Yang perlu diingat:
Deadstock ≠ thrift biasa → karena tidak pernah dipakai
Deadstock ≠ barang baru toko → karena berasal dari stok lama dan tidak lagi diproduksi
Deadstock adalah barang baru secara kondisi, tapi lama secara usia.
Dengan memahami definisi yang benar, kita bisa:
Lebih cerdas saat membeli
Tidak mudah tertipu istilah
Lebih menghargai nilai di balik setiap item fashion
